Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Menelusuri Usman D.Ganggang

Selasa, 23 Juni 2020 | Juni 23, 2020 WIB Last Updated 2020-06-23T13:39:36Z


       Oleh : Hakim Usman *)

Tamat SMA tinggal di kampung. Bajak sawah. Selama dua tahun berdagang kiling dari kampung ke kampung. Berdagang tapi tidak ada hasil. Berangkat ke Kupang, kuliah di Undana. Baru sebulan kuliah, koper dan seluruh isinya ludes dibobol maling. Kerja jadi tukang aspal. Sehari jadi tukang aspal, berhenti karena tubuhnya belepotan aspal. Ia berhenti kerja aspal lalu mulai menulis.

Usman D. Ganggang. Lahir 15 Februari 1957 di Kampung Bambor, Desa Watu Wangka-Kempo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Anak sulung dari delapan bersaudara dari pasangan ayah A.Dersa dan ibu S.Selia.

Orang tuanya hanyalah petani yang cukup berhasil di kampung Bambor, karena itu, anak-anaknya, semua sekolah bahkan ada yang hingga perguruan tinggi dan bergelar.

Usman menikah dengan gadis Sabu blasteran Pontianak, bernama Layly Rosyad Alboneh. Layly adalah anak ke sebelas dari 12 orang saudara.

Usman Ganggang dan Layly Rosyad Alboneh dikarunia seorang anak laki-laki semata wayang bernama Kraeng Usmanulhakim D.Ganggang. yang telah menamatkan pendidikan Diploma di BSI Jakarta dan S1di Universitas Mpu Tantular Jakarta Timur.

Usman D Ganggang sering dijuluki sastrawan kocak oleh teman sebangku kuliah, Fransiskus Selamat.

Usman D.Ganggang menempuh pendidikan dasarnya di SDK Rekas I, Kempo-Manggarai Barat (1970). Kemudian ia melanjutkan ke pendidikan menengah pertama di SMPK Mutiara Rekas-Manggarai Barat–Flores NTT (1973) dan Sekolah Menengah Atas (SMA Swadaya Ruteng, 1976).

Tamat SMA, istirahat dua tahun bekerja sebagai petani di kampungnya. Membantu orangtua membajak sawah, dan memelihara ternak kerbau dan kuda.

Berdagang

Selain itu, Usman mencari peruntungan di dunia bisnis. Ia mulai berdagang keliling dari satu kampung ke kampung yang lain, namun tak ada hasil.

"Berdagang selama dua tahun di kampung tapi tidak membawa hasil, karena tidak pernah orang membayar langsung, tapi istilahnya bon. Bahkan orang tidak membayarnya. Akhirnya berhenti berdagang", kenang Usman Ganggang.

Setelah mengumpulkan uang cukup, Usman meneruskan studinya ke pendidikan tinggi di Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana- Kupang, NTT). Dia pergi dengan modal satu ekor kerbau untuk bayar tiket pesawat Merpati, dengan sejumlah uang di dompetnya.

Jadi tukang aspal

Sayang sekali setelah satu bulan kuliah, uangnya yang berjumlah cukup itu, dicuri orang termasuk pakaian satu koper. "Tinggal pakaian di badan. Untuk pulang lagi ke kampung, saya malu", kisahnya.

Karena itu, dia kerja sebagai kuli. Tukang pembuatan aspal jalan raya. Hanya sehari dia di sana. "Saya melihat wajah teman-teman saya termasuk saya sendiri, penuh dengan kotoran berwarna hitam. Saya berhenti. Itulah sebabnya, saya belajar menulis untuk Koran dan Majalah", kata Usman Ganggang mengenang masa lalunya.

Meski diuji selama satu bulan, akhirnya tokh, karyanya diterbitkan di Koran dan majalah. Mendapat honor dari menulis. Dari sinilah dia memiliki uang. Dan terus berkuliah.

Jadi Wartawan

Tanpa diduga, akhirnya, diminta untuk menjadi wartawan di SKM DIAN Ende. Selain itu sebagai wartawan freelance di Majalah Indonesia Indah Taman Mini Jakarta, serta Majalah Gelora di Grasindo, dan beberapa Koran di Makasar,

Di Undana Kupang, Usman memilih Program Diploma III, diselesaikan tahun 1982). Usman memilih program untuk cepat jadi pegawai negeri sipil. Maklum orang tuanya adalah petani di kampung yang jauh dari keramaian kota. Dia belajar keras, hingga memperoleh beasiswa hingga tamat Diploma III. Lalu menyelesaikan program S-1 Bahasa dan sastra Indonesia di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) Jakarta. Dan menyelesaikan S-2 di Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya.

Jadi Guru dan Dosen

Usman Ganggang pernah bekerja sebagai guru mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA/SMP St.Agustinus di Ruteng (1983) dan dalam tahun yang sama mengajar di SMAK St. Igantius Loyola Labuan Bajo. Lalu, bekerja sebagai guru Bahasa/Sastra Indonesia , Tulisan Arab Melayu dan Bahasa Jerman di SMAN Atambua. Di Atambua, selain bertugas sebagai guru di SMAN Atambua, juga di SMP/SMA Bina Karya, SMA Kristen, Tutor Mahasiswa UT, dan Ketua MGMP Bahasa Indonesia dan instruktur Bahasa Indonesia untuk dua Kabupaten : Timor Tengah Utara (TTU) dan Belu.

Sejak April 2004 hijrah dan bekerja pada SMAN 3 Kota Bima, SMAN 4 Kota Bima, SMA Yasim Kota Bima ; SMK Kesehatan Harapan Bunda dan SMK Kesehatan Surya Mandiri Kota Bima Provinsi NTB. Di samping sebagai guru juga sebagai Dosen di PTS Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima, Dosen pada Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Keguruan (STKIP) Taman Siswa Bima, dan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIS) Sultan Abdul Kahir Bima. AKPER Kelas Bima ; Akbid Harapan Bunda dan STIKES Yahya Kota Bima.

Dia juga banyak tampil dalam organisasi, seperti waktu kuliah sebagai Koordinator dua Fakultas (FKG dan FIP) dalam HMI Cabang Kupang; dan setelah terjun ke lapangan, masuk organisasi AMPI Kabupaten Belu sebagai Wakil ketua (1994) , Ketua Bidang Seni dan Budaya di KNPI; Ketua Penulis Atambua (Pena).; Ketua Filateli, Sekretaris PGRI Belu; dan organisasi keagamaan. Dan sering menjadi Dewan Juri dalam berbagai perlombaan, seperti Lomba Lagu DANGDUT, Lomba Pidato, Baca Puisi antarsekolah baik selama bertugas di lingkup Dinas PPO Belu-NTT, maupun selama berada di Kota Bima, Provinsi NTB.

Usman Ganggang juga membidani kelahiran majalah Kroman di Atambua, Majalah Pendidikan di Dinas PPO Kota Bima; HU Komodo Pos di Manggarai Barat, Majalah Habusalam Harapan Bunda; dan sejumlah tabloit.

Usman Ganggang rajin menulis. Tulisannya banyak tersebar di sejumlah surat kabar nasional dan lokal. Banyak artikel/esainya muncul di majalah, seperti Majalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII Jakarta Timur; Grasindo di Jakarta Pusat, Media Karya Jakarta; Sahabat Pena di Bandung; Nuasa Tenggara (Nusra) Denpasar Bali, juga beberapa Harian Umum di Kupang.HU Komodo Pos; Suara Mandiri , HU Tegas di Ujung Pandang dan sejumlah Tabloit di NTB.
Hingga saat ini, Usman bertugas sebagai Redaktur Pelaksana HU Stabilitas dan menjadi gawang dalam rubrik Sastra serta Tajuk Rencana. Selama bertugas di sini, banyak artikel opini dan Tajuknya dikumpulkan dan siap untuk diterbitkan dalam bentuk buku. Lalu banyak anak muda di Nusantara ini dari Sabang hingga Marauke, dia bimbing dalam bidang puisi dan cerpen, melalui Facebook. Hasilnya banyak di antaranya jadi pengarang dan penyair.

Selain itu, Usman D.Ganggang sering diundang untuk membawakan makalah baik terkait Kearifan Lokal maupun untuk masalah pendidikan. Juga mengelolah rubric Sastra di Radio FM Bima serta sesekali diundang Bima TV membahas masalah sastra melalui Dialog selama satu Jam. Juga sering menjadi moderator dalam seminar baik selama berada di Atambua-Belu NTT maupun selama bertugas di Kota Bima-NTB.

Dari hasil karya-karyanya itulah, Usman Ganggang mendapat banyak Piagam Penghargaan, antara lain : Setya Lencana dari Presiden RI terkait dengan profesi guru selama berada di Kota Atambua; Piagam Penghargaan dari Menteri Ida Bagus Gde, juara 1 Lomba Penulisan Karya tentang KB; Piagam dari Komunitas Ampas dari Labuan Bajo sebagai sastrawan Putra daerah Manggarai.

Juga piagam lainnya yang diterimanya selama mengabdi menjadi Guru dan Dosen, antara lain : 1.Piagam Penghargaan sebagai Sastrawan/Budayawan diberikan oleh komunitas AMPAS SMA Seminari Labuan Bajo Tahun 2011. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Lembaga Pendidikan Pembinaan Profesi dan Karier Tenaga Edukatif Jogyakarta Tahun 1997; Sertifikat Kursus Pendalaman Materi bahasa Indonesia di IKIP Malang, Tahun 1994; Sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Pengelola Perpustakaan Tingkat Nasional , Jakarta, 1998; Surat Tanda Penghargaan Guru Teladan Tingkat Kabupaten Belu-NTT, tahun 1994 dll.
Masih banyak lagi piagam penghargaan yang diraihnya, namun sayang hilang terbawa banjir tiga kali di Kota Bima.

Usman Ganggang juga penulis buku. Banyak buku (386 judul belum terhitung jumlahnya) terendam lumpur akibat banjir bandang yang dahsyat. Termasuk naskah bukunya yang belum diterbitkan. Termasuk laptop dan hardisk terbawa banjir.

"Saya nyaris stres, tapi tidak lama, karena pada akhirnya saya berkesimpulan, semuanya diatur oleh Allah SWT. Hidup manusia sekedar menjalani apa yang sudah diatur oleh Allah SWT",ujarnya.
Hasil Karya Tulis Usman D.Ganggang.

1. Cerita Rakyat Manggarai Barat -NTT (2000)
2. Bunga Pasir Antalogi Pusi bersama penyair Bima (2007)
3. Pelacur Antalogi Puisi bersama 100 Penyair Indonesia (2010)
4. Ketika Cinta Terbantai Sepi Antalogi Puisi (2011)
5. Senja di Kota Kupang (Antalogi Puisi: 2013) ;
6. Kematian Sasando (Antalogi Cerpen: 2013),
7. Antalogi Puisi 50 Sastrawan Nasional(diluncurkan di Gedung Arsip Nasional Jakarta Barat.(2014);
8. Kompilasi Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur (2002);
9. Sedangkan buku : Sayap Bulan, Apresiasi Puisi Putra Cendana; dan yang masih dalam proses adalah, berupa kumpulan Puisi: Salendang Rindu Molas Komodo; Aorta Kata berupa Antalogi Apresiasi Puisi, Surat-Surat Cinta buat Anakku; Antalogi Cerita Mini (Cermin) Semburat Rindu Gadis Muslimah;.

Sejumlah buku pendidikan yang dibukukan sendiri antara lain: 1. Mengenal Kearifan Lokal Kempo-Manggarai Barat NTT, 2. Celoteh Sang Guru;
3. Demi Anakku Kucermati Kesalahan;
4. Gajah di Pelupuk Mata (Antalogi Esai tentang Guru) Profesionalisme Guru; dan
5. Korelasi Antara Kepuasan Kerja Guru dan Pemanfaatan Sumber Belajar terhadap Hasil Belajar Ujian Nasional.

Artikel Opini

Artikel yang sudah diterbitan berjumlah ratusan judul yang pernah terbit baik terbitan lokal maupun nasional, antara lain:
1.Belajar sastra Belajar Pengalaman Orang Lain (2006)
2. Di Antara Demo dan Unjuk Rasa (2008)
3. Menjaring Kendala Pariwisata Kawasan Timur (2004)
4. Kemenangan PILKADA (Kemenangan Kita Bukan Kemenangan Kamu) (2010)
5. Gajah di Pelupuk Mata (2005)
6. Di Balik Makna Kalemboade (2008)
7. Wadu Pa’a Objek Wisata di Bima Hadirkan Decak Kagum (2012)
8. Bima Sejarahmu Doeloe (2008)
9.Menjadi Guru Berkualitas Banyak Tantangannya (2009)
10. Sastra Menyapa Rasa, Mengapa Tidak? (2012)
11. Mengapa Kritik Ditolak? (2010)
12. Merindu Alam Bukakan Pintu Hati (2011)
13. Di Antara Gendong Derita dan Melodi Renterir (2011)
14. Ada Apa Dengan Bunga? (2007)
15.Mengenal Upacara “Hamis Batar” dan Hatama Manaik (1994)
16. Likurai Tari Penguasa Bumi (1992)
17. Sail Komodo Pintu Destinasi Dunia (2013) dll.

Artikel Cerpen

1. Wulan (2006)
2. Kucubit Hidung Gadis Ani
3. Masih Adakah Stok Maafmu Camerku (2009)
4. Gerimis Rindu Gadis Muslimah (2010)
5. Kuncinya, Jaga Diri (2007)
6. Di Atas Suramadu, Awal Cinta (2013)
7. Kripik Pisang itu Awal Cintaku (2011)
8. Dalam Sebuah Paragraf (2014)
9.Kucubit Hidung Gadis Ani (2011)
10. Semburat Gerimis Rindu Ciderai Muslimah (2011)
11. Mencakar Cinta Molas Momang (2017)
12. Di Atas Suramaju, Aku Ingat Kamu (2011) dll. ***)

Kemudian dalam berupa “Tajuk”, dalam tugasnya sebagai Redaktur Pelaksana Koran, antara lain :
1. Media Harus Menghantarkan Pesan (2017)
2. Memerangi Narkoba Sebua Keniscayaan (2017)
3. Adil Lebih Dekat dengan Taqwa (2017)
4. Dialog dalam Cermin (2017)
5. Membudayakan Kebersihan Tanggung jawab Bersama (2017)
6. Miras Menyebabkan Kehilangan Akal (2017)
7. Demi Anak, Orangtua Sediakan Buku Bacaan (2017)
8. Di Antara Jenuh dan Arus yang Ada (2017)
9. Nyanyian Rindu si Kodok (2003)
10. Pola Persuasif (2008)
11. Jembatan Antarmanusia (2009)
12. Nasib Guru si NTT (2003)
13. Motivasi (2007) dll.

*) Penulis, Anak kandung Usman D.Ganggang) pernah kuliah di BSI Jakarta dan di Universitas Mpu Tantular Jakarta Timur. Saat ini, bekerja di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menelusuri Usman D.Ganggang

Trending Now

Iklan